Sajak Pertengahan 4 Waktu


Sudah menjadi takdir bila air itu menyegarkan
Sudah menjadi takdir bila Bunaken itu mempesona
Namun tak semempesona kau edelweisku

Banyak orang yang mati di bom Bali
Banyak orang yang mati dibantai di Mesuji
Tapi aku ingin mati disampingmu sayangku

Lihat angsana diluar
Begitu rindang untuk berteduh
Tapi itu semua tidak akan berarti
Jika itu kulakukan tanpamu manisku

Sering aku melamun tentang aljabar
Tapi sekarang hanya kau edelweisku
Yang menjadi lamunan dari fajar hingga aku belajar
Bahwa sebenarnya kita terbatas
Meski terbatas namun cintaku tidak terbatas
Khususnya untuk kau edelweisku





28/01/2012

0 komentar:

Posting Komentar