Bidadari Temaram


Awan mendung pelan-pelan menutup cerahnya sang matahari
Dingin perlahan membelenggu setiap kehangatan yang ada dibumi
Namun tidak kehangatanmu sayangku
Teringat kala kupeluk kau dan kau dekapku lebih mesra lebih dekat

Aku takut bila aku berlebihan padamu
Tanpa tahu siapa aku untukmu
Yang kutahu hanya aku yang cinta padamu edelweisku

Tak peduli langit tak menemukan bintangnya
Tak peduli hujan deras menghujaniku
Yang aku pedulikan hanya kamu manisku
Bicara tentang kamu
Kau adalah bidadari yang tak satupun malaikat tahu akan keindahanmu
Hanya aku dan kamu
Hanya satu







05/02/2012

Bunga Di Ujung Pasir


Halauan cahaya perlahan kutembus dengan sopan
Bercakan aliran pembawa nyawa akan aku segani
Semua demi batu apung yang melayang-layang

Banyak tragedi di hamparan spektrum yang maya ini
Terkadang putih
Terkadang hitam
Semua menggantung karena minor yang tak kunjung mayor

Banyak bunga yang telah aku lihat
Dari mawar, melati, anggrek bahkan bunga yang tak kukenal
Semua begitu biasa karena coraknya sungguh biasa untuk dikenal

Namun di ujung pasir yang jatuh
Aku temukan sebuah bunga yang baru dan utuh
Sebuah bunga yang konon turun dari surga
Bunga yang layak dipuji
Bunga yang layak dicintai
Lalu aku beri nama ia edelweis Sang Bunga Abadi
Edelweis …

Kau begitu maya untuk kuraba
Namun kau begitu nyata untuk kurasa
Sungguh bunga yang istimewa
Meskipun aku tak bisa memilikinya …






04/02/2012

Mayor Minor Edelweis


Aku juga manusia
Takut untuk dikebiri
Takut untuk dihujani
Dihujani celotehan-celotehan nakal berbau sandi

Akupun juga manusia
Bisa hanyut karena air
Bisa hilang diri karena kelakuanku sendiri

Aku seperti acuh pada situasi
Dan aku bagai biang keladi
Dari setiap sisi yang terjadi

Aku bisa dihujat lalu hilang diri
Aku bisa ditikam dan lalu mati
Tapi aku mengerti mengapa aku harus begini
Untuk menyayangi  Sang Bunga Abadi






03/02/2012

Hilang


Segala opini kini memutari fakta
Sebelah mataku mempelajari sebuah ayunan suara elegi
Sebelah mataku menunggu datangnya religi
Sebelah mataku menuntunku ke kisah amatir yang menyipu diri

Tetes air dari sebelah mata memulai semuanya
Semua yang berakhir dengan air mata
Dan bila semua menghilang
Semua akan terkesan sia-sia

Kau bawa terang yang lama benderang
Debu-debu akan menyergap setiap halaman yang dating
Entah apa yang kau pikirkan
Sehingga logika tak lagi berjalan







01/02/2012

Sajak Pertengahan 4 Waktu


Sudah menjadi takdir bila air itu menyegarkan
Sudah menjadi takdir bila Bunaken itu mempesona
Namun tak semempesona kau edelweisku

Banyak orang yang mati di bom Bali
Banyak orang yang mati dibantai di Mesuji
Tapi aku ingin mati disampingmu sayangku

Lihat angsana diluar
Begitu rindang untuk berteduh
Tapi itu semua tidak akan berarti
Jika itu kulakukan tanpamu manisku

Sering aku melamun tentang aljabar
Tapi sekarang hanya kau edelweisku
Yang menjadi lamunan dari fajar hingga aku belajar
Bahwa sebenarnya kita terbatas
Meski terbatas namun cintaku tidak terbatas
Khususnya untuk kau edelweisku





28/01/2012

Sajak 4 Waktu


Sekian lama aku mengeksekusi
Berbagai materi yang awalnya tak ku ketahui
Sudah empat waktu semenjak  waktu itu
Apakah berlebihan bila aku cinta melulu

Ya sebagian orang pasti menganggapku jalang
Atau mungkin seperti kantong plastic hitam yang dibuang di jalanan
Namun apakah aku salah bila aku berjuang …

Mungkin aku kini tidak linear
Berganti-ganti seperti tranversal
Tanpa tahu mana langkah yang benar
Karena situasi memaksaku banal






26/01/2012

Jalang


Secangkir kopi hangat perlahan mendingin
Setiap orang pun meninggalkannya
Berbuah sebuah pemikiran yang klise untuk diartikan
Apa yang harus dibawa untuknya

Bukan perkara yang metafora
Dari setiap tindakan yang mempesona
Namun siapa sangka bahwa itu hina
Bukan karena dia
Tapi aku






23/01/2012

Puisi 3 Waktu

Dari titik jenuh uang merotasi
Kau datang ketika aku menyigi
Waktu perlahan menghentikan diri
Sekadar ingin tahu siapa kau ini …

Waktupun mulai berjalan
Berjalan dengan konstan
Sambil bertanya-tanya
Siapa kau ini …

Pagi siang malam
Itulah waktu-waktu terbaikku
Terlebih bila kuhabiskan denganmu
Meski aku tak tahu siapa dirimu …
Tahukah kau tentang edelweiss
Ya edelweis
Bunga elok khas pegunungan itu
Bunga abadi yang indah parasnya

Kini ku tak perlu jauh-jauh melangkah ke gerbang langit
Karena disinilah kutemukan sebuah  edelweis yang kurindu
Meski baru tiga waktu ku mengenalmu






22/01/2012

Ego dan Asa


Manusia dan asa
Ego dan manusia
Ego dan asa
Manusia adalah gumpalan asa
Ego adalah cerminan asa
Ego adalah asa
Ego dan asa adalah cerminan manusia
Manusia dalam arti sebenarnya







06.07/18/06/2013

Takdir Adanya


Kita bercerita
Kita berbicara
Kita tertawa
Kita gelar kedamaian
Kita gelar kisah cinta
Kita gelar alunan melodi kita
Damai
Nyaman
Indah
Aku
Dirimu
Dia
Ini takdir adanya
Bukan untuk dibenci
Ini takdir adanya
Aku mulai menyukainya




06.02/18/06/2013

Tak Harus Kembali

Dirimu dan diriku
Banyak cerita yang tercipta
Meski belum lama kita berjumpa
Kau tuangkan inspirasi-inspirasi romansa dalam hidupku
Kau ciptakan keadaan romansa dalam hidupku
Kau banyak memberi cerita
Kau banyak memberi amanat-amanat yang tak terduga dalam cerita
Kini aku mulai bisa menyukainya
Aku mulai bisa merubah cara berpikir yang ada
Aku bisa mendapatkan kedamaian yang ada di matamu kala itu
Kedamaian yang mengajarkan bahwa semuanya tak harus kembali
Semua yang tak bersyarat
Semua yang ada
Semua damai yang kita rasakan
Semua bercerita
Damai yang kita rasa






19.18/17/6/2013

Takutku

Aku sedikit takut dengan kenyataan
Aku takut Tuhan kembali menciptakan situasi dilematis
Tuhan sangat hebat
Dan aku sadar itu begitu mendewasakan
Aku…
Kau…
Dia…
Kita bertiga seperti ikatan
Saat semuanya mempunyai kenyamanan sendiri
Aku masih ragu dengan langkahku
Seperti langkahmu saat itu
Lalu harus bagaimana
Aku hanya bisa itu
Keadaan yang memaksaku
Bukan hati yang memintaku
Aku tau
Aku ragu
Lalu bagaimana ?
Dan aku tak tau






00.25/14/06/2013

Coretan 5

Hilang
Kata yang singkat tapi penuh arti
Kata yang menunjukkan tak adanya keabadian didunia
Kata yang mewakili perasaan hati saat ini
Tersadar telah aku alami
 Kehilangan kenyamananku
Kehilangan inspirasiku
Kehilangan motivatorku
Benar hilang adanya
Hilang






23.23/13/06/2013

Coretan 4

Aku benci keadaan ini
Terlihat tp terkesan tak ada
Katamu baik adanya
Tapi sikapmu menunjukkan ada yang tak baik
Sms singkat darimu yang aku terima
Bukan dirimu yang dulu aku kenal
Mungkin benar apa katamu
Terpaksa membiasakan diri untuk menghilang
Hanya sekedar ingin menyapapun aku tak mampu
Bukan tak ingin
Tapi ingin menjaga hatimu
Maaf atas segala yang aku goreskan padamu
Entah rasa sayang sekaligus rasa benci
Harapan yang mungkin akan sulit untuk tercipta
Jangan berubah...hanya itu yang aku pinta







22.10/13/06/2013

Forefathers

Look at what the forefathers left for us
can you feel the spirit moving accordingly?
one thing our realize about this day

oh!
have we learn?
I think not too
from what our forefathers left

have we learn?
have we learn?
have we learn?
have we learn?

from our forefathers

have we change?
have we change?
have we learn?
have we learn?

from the past?

yesterday was day to live
tomorrow day for us to dream
and today is day for us to live our life

to change for the better
to change for the better
to change for the better
to change for the better
to change for the better

oh!
have we learn?
have we learn?
have we learn?
have we learn?
from our forefathers

oh!
have we change?
have we change?
have we learn
have we learn
have we learn

have we learn?
from our forefathers
I think not too





-Jebraw

Bisa Tapi Tidak Cinta

Kita bisa
Kita jalani semua
Kita bisa
Hanya bisa
Tapi tidak cinta
Kita bisa
Hanya bisa
Kita suka
Tapi tidak cinta
Kita bisa
Kita jalani yang ada
Tapi tidak cinta
Kita bisa
Kita diam
Kita coba acuhkan
Kita bisa
Tapi tidak nyaman
Tidak nyaman untuk kedua hati kita





09.35/10/6/2013

Akhir Cipta

Kata terbaik adalah kata perpisahan
Semua yang tercipta
Adalah semua yang direncanakan untuk tiada
Dan mengalir begitu saja
Kita tak tau apa-apa
Kita hanya menjalani yang ada
Kita berdua taka da yang salah
Kita memang mengakui keberadaannya
Kita memang mengakui keadaannya
Semua begitu nyaman
Sehingga kia terlena
Dan kita saling menyapa
Dan akhirnya beginilah yang tercipta
Kita saling bercerita
Kita saling menyapa
Dalam asa-asa yang tidak nyata






09.39/9/6/2013

Kita Diam

Diam
Kita diam
Kita diam setelah keputusan
Diam dengan keadaan
Atau diam karena sebuah tujuan
Diam
Kita diam
Kita diam dalam asa
Atau diam karena sebuah masa
Diam
Kita diam





18.04/8/6/2013

Sebenarnya Mereka Menunggu Kita

Banyak cerita cinta kita yang belum terciptakan
Menyusuri putihnya pasir Pantai Bandengan
Menikmati eksotisnya Dieng dan Bromo
Mendaki Lawu, Semeru dan Rinjani

Di Lawu tanah tandusberbatunya menunggu kerasnya cinta kita
Di Semeru tanjakan frustasi ingin menguji cinta kita
Di Rinjani bukit penyesalan ingin menjadi saksi cinta kita

Di Lawu alam mistisnya menunggu mistisnya cinta kita
Di Semeru Danau Ranukumbolo ingin menjadi sejarah kisah cinta kita
Di Rinjani Danau Segara Anak menunggu sapaan cinta dari kita

Akankah cerita cinta itu ada untuk kita ?
Lalu jika ini kondisinya apa yang akan membedakannya ?
Tuhan punya rencana hebat diluar rencana kita
Aku serahkan semua kepada-Nya
Setelah kita semua selesai berusaha



                                                                    Pantai Bandengan

                                                                            Dieng

Kawasan Bromo

                                                                   Pasar Setan Lawu

Danau Ranukumbolo

Danau Segara Anak




19.01/6/6/2013

Kemungkinan Kita

Kita sedang mencari banyak kemungkinan
Setiap udara yang kita hirup
Setiap suara yang kita dengar
Setiap benda yang kita lihat
Setiap gerak yang kita ciptakan
Setiap aksara yang terlontarkan
Setiap langkah yang kita jejakkan
Semuanya adalah awal dari kemungkinan
Terbaik dan terburuk
Itulah kemungkinannya
Kita tak tau apa-apa
Kita hanya dapat berusaha menjemput kemungkinan yang ada
Semua kemungkinan yang ada di semesta





09.32/5/6/2013

Kemungkinan Cerita Hari Ini

Inilah cerita semesta
Banyak aktor dan berbagai peran didalamnya
Bermain skenario Tuhan yang mistis adanya
Tak tau esok akan menjadi apa
Dan suasana apa yang akan tercipta
Kita hanya bermain drama
Tanpa tau aksara takdir semesta
Kita hanya bermain drama
Drama
Drama hidup di kebisuan semesta





08.43/4/6/2013

Ego Cinta Kita

Benar kata dia cinta tak selalu mengucap
Cinta tak selalu berkata
Cinta bisa saja hanya mengerti
Cinta bisa saja cukup memahami
Semua seperti tanpa arti
Namun semuanya keluar murni dari hati

Ingatkah kau dahulu ketika kita saling menyuap makanan ?
Ingatkah kau dahulu ketika kita saling mesra dalam dunia indrawi ?
Masa-masa yang sangat indah jika semua bisa tercipta kembali
Namun kini seperti ada sekat diantara kita
Aku tak mau melanjutkan dosa-dosa
Aku jahat kepada dirinya
Mengganggu hubungan kalian berdua
Dengan menciptakan suasana dilema yang ada
Maaf jika lalu begini situasinya

Sebenarnya kita berdua hanya makhluk egois
Saling berlomba menunjukan kemauan kita
Kini aku sadar adanya
Dan aku akan berusaha
Melakukan yang terbaik untuk kita berdua
Meski memang sakit untukku
Namun akan kunikmatinya





17.53/3/6/2013

Akan Kurindukan.....

Akankah kita bertualang lagi bersama ?
Akankah kita dapat bermesraan bersama lagi dengan alam ?
Akankah kita dapat tertawa lepas lagi ditengah kebisuan alam ?
Akankah kita masih bisa saling erat lagi kala rintangan alam menguji ?
Apakah kita akan saling mendorong diri lagi untuk sebuah tujuan prestasi ?
Akankah kita bisa mengalahkan puncak lagi dengan cinta kita berdua ?
Pasti aku kan rindu hal-hal itu
Bersama dirimu
Bercerita denganmu
Saling perhatian denganmu
Namun mungkin itu akan berlalu
Berlalu
Hilang bersama waktu
Walau sebenarnya aku tak mau





17.05/3/6/2012



Membaca Tanda-Tanda

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air

air
mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda ?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.






Taufiq Ismail - 1982

Penerimaan


Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi





Chairil Anwar - Maret 1943


Maaf Untuk Yang Tercipta

Maaf telah menciptakan suasana ini
Maaf telah menciptakan keadaan ini
Maaf telah menciptakan cerita ini
Maaf telah menciptakan kenyamanan ini
Maaf telah menciptakan rasa ini
Maaf telah menciptakan cinta ini
Maaf telah menciptakan semua ini
Maaf  niat baikku yang tak sesuai dengan semua ini
Maaf dan maaf ………





11.42/3/6/2013

Asaku dan Permintaan Maafku

Kita sedang melewati fase cobaan dalam hubungan kita
Kita sedang menjalani cinta segitiga
Kita sedang menjalai skenario Tuhan yang tercipta
Kita sedang menjalani dan kita menyadari semuanya

Waktu sedang tak berpihak kepada kita
Waktu hanya menyediakan sedikit detik untuk kita
Waktu sedang menguji hubungan kita

Aku meminta maaf karena banyak membuat tekanan di hubungan kita
Aku meminta maaf karena tak bisa seperti laki-laki lainnya
Aku meminta maaf jika banyak salah dalam cara menciptakan cinta
Aku meminta maaf dan maaf untuk hubungan kita

Aku mulai tulus menjalaninya
Aku tidak terobsesi dengan apa yang ada di hati dan kepala
Aku hanya bisa tulus membawa  asa-asa yang ada
Aku hanya bisa mengusahakan bagaimana kebahagiaan untuk dirimu tercipta







19.35/1/6/2013

Berjalan dan Jelaskan

Awalnya aku cemburu mendengar ceritamu
Awalnya aku tak siap untuk bertemu
Sepersekian waktu setelah itu kita bertemu
Saling menyapa seperti taka da apa-apa

Kenapa aku tak mengetahuinya dari dulu
Mengapa semua dating ketika kita mulai nyaman ?
Mengapa semua terjadi ketika rasa sayang mulai pasti ?

Inilah takdir Tuhan
Semuanya telah diciptakan
Tersusun rapi dalam buku skenarionya

Mari kita nikmati suasana ini
Mari kita jelaskan hubungan ini
Tak perlu berlari
Kita hanya perlu berjalan
Gunakan waktu yang kau perlu berjalan
Dan setelah kita mencapai tujuan
Mari kita saling menjelaskan
Tentang apa yang telah kita ciptakan






19.21/1/6/2013

Kita

Ceritaku dan ceritamu
Semua semakin menguat
Semua semakin nyaman
Nyaman untuk keduanya
Meski dilema sering menyelinap diantara keduanya
Meski belum ada kejelasan diantara kita
Meski kau masih sangat terobsesi dengan dirinya
Dan kau nyaman menjalaninya
Aku tak paham dengan kemauanmu
Namun aku coba mengerti apa yang kau mau
Akan aku jalani dahulu
Selama takdir masih memberi kenyamanan hati padaku
Berlandaskan tulus dan asa-asaku
Kemungkinan apapun akan aku terima
Semoga waktu memberi kemungkinan yang ku mau






18.58/1/6/2013

Berjalan dan Jalanilah

Perjalananmu adalah bersejarah dalam hidupmu
Kau ciptakan sebuah cerita inspirasi dari perjalananmu
Semua tak terencana
Semua terjadi tiba-tiba
Semua mengalir apa adanya

Kau pergi sebagai guru
Kalu berjalan sebagai guru
Aku sangat bangga padamu
Kau jalankan amanat ibumu
Kau lakukan sesuai peranmu
Meski semua bukan kemauanmu

Aku sangat bangga padamu
Aku terkesan padamu sayangku
Maksimalkanlah kesempatan itu






11.30/1/06/2013