Dirimu Dalam Perspektifku


Kali pertama ku melihatmu tak ada respon berarti
Bagiku kau hanya wanita biasa lengkap dengan tingkah hiperaktifmu
Berlari kesana-kemari
Bersorak-sorak serasa tak punya malu di dalam diri

Mungkin hanya kata-kata "teruskan eksistensimu" yang tertera
Sedikit kata namun penuh makna
Entah nantinya akan bagaimana

Perlahan waktu menguraikan detiknya
Hingga suatu saat kita saling menyapa meski dalam bahasa yang berbeda
Kita saling mencela
Melontarkan kata-kata sindiran yang jelas maknanya
Namun itu awal rasa itu mengudara

Kembali detik memberikan momentumnya kepada kita
Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa aku bersyukur telah memberikan anugrahnya
Mungkin aku terlalu berlebihan mengartikannya
Atau memang itu adanya

Kita telah membuat cerita sejarah bersama
Minimal untuk diri kita
Meskipun banyak orang diluarsana lebih punya daya


Cerita itu menjadi memori yang indah untuk hidupku ini
Aku ingin terus membuat cerita baru denganmu
Meski aku juga tak tau akan membuat cerita apa

Aku terlalu minim pengalaman di dunia
Mungkin pengalamanmu lebih mumpuni dalam menjajaki dunia
Namun aku punya waktu yang tersisa
Waktu di masa depan yang masih suci tanpa cerita
Lalu apakah kita akan mengukir cerita dan cinta di dalamnya ?




10.34/19/05/2013

0 komentar:

Posting Komentar